Senin, 19 Mei 2008

si pegawai

Tidak terlalu dingin, tidak juga terlihat awan mendung. Dengan pundak yang layu, berjalan perlahan seorang pegawai dari kantornya. Tempat tinggalnya tak terlalu jauh, tetapi juga tidak begitu dekat. Caranya berjalan tidak menunjukkan kelemahan dan keresahan akan hari depan. cara dia memandang membuatku yakin bahwa ada semangat pada dirinya. Dia hanya pegawai kecil yang belum diangkat menjadi pegawai tetap, tetapi ia punya keyakinan akan hari depannya yang cerah. Keyakinannya itu terlihat dari gerakan jarinya saat mengetik, dari sorot matanya saat membaca. Aku bangga mengenalnya, mungkin lebih tepatnya "syukur".
--":) inilah caraku memotivasi diri, mensyukuri yang ada, dan memanfaatkan setiap potensi. Musuh utamaku adalah Putus Asa!", Katanya padaku.

Tidak ada komentar: